cari disini

Random Posts

Saturday, July 23, 2016

Laki-laki yang baik / rajin itu untuk ibu-ibu yang baik


Jadi laki-laki yang baik itu banyak disukai ibu-ibu, nggak tau kalau cewek-ceweknya suka atau nggak ?



#Storyduju. Kenapa juju berpikir seperti itu, karena juju baru ngerasaainnya waktu membantu diacara resepsi anaknya paman Juju. Kebetulan waktu itu kebagaian urusan belakang bagian yang panas (urusan logistik) dan disitulah awal cerita di mulai di suatu kampung di Indonesia.


Setelah rapat pembentukan panitia acara resepsi pernikahan. Bagian logistik, urusan dengan api menangani masak air dan memasak nasi plus membuat air minum. Tim itu berisi orang tua semua nggak ada anak mudanya. Orang tua itu lebih menarik bagi Juju untuk mendengarkan cerita dan pengalaman mereka di sela waktu memasak. Kadang terjadi tawa dan canda. Mereka sangat kompak dan mengasikkan. Cukup jadi pendengar yang baik dan sedikit bertanya banyak informasi yang didapat tentang masa lalu.

Tapi kalau di dapur lain lagi ceritanya. Di sini bagian memasak lauk, sayur, dan lain-lainnya serta menyiapkan sajiannya. Mulai dari nenek-nenek sampai balita ada semua di sini, yang cantik juga ada.

Bagian dapur itu ternyata saling berkaitan dengan bagian halaman belakang. Tempat memasak air, memasak nasi, membuat minuman dan mencuci piring.
Banyak yang bilang Juju rajin dari ibu-ibu, tante-tante sampai nenek-nenek. Awalanya senang juga. Sombongnya si Juju hehehe. Tapi lama-kelamaan rasanya gemana gitu. Padahal yang Juju lakuin biasanya dilakukan di rumah. Misalnya masak air, buatin minum dll. Ah kayaknya anak laki-laki mereka ndak serajin Juju. Si Juju makin sombong. Astaufirullah. Nyebut ju. Nyebut. “astaufirullah”.

Karena itu untuk urusan kampung tengah jangan ditanya. Makan tinggal makan. Malahan diambilin. Berasa raja ngalahin raja dan ratu yang punya hajatan. Belum lagi dapat cerita pengalaman mereka dari yang tugas disana plus becandaan meraka dari yang lucu sampai nyerempet yang sedikit dewasa. Ah semoga anak-anak kecil disana bisa memakluminya atau ya sudahlah mereka bisa mengklarifikasi pada anak-anak tersebut.


Sayangnya sampai acara selesai ndak ada yang kenalin anak gadis mereka dengan Juju. Apakah mungkin anak-anak gadis mereka sudah menikah semua atau lupa buat ngenalin dengan Juju. “Ju Iklas kalau bantu orang jangan pamrih apa lagi baper”. “Iya”.


No comments:

Post a Comment

Popular Posts